Polisi Inggris Juluki Elon Musk sebagai Pejuang Keyboard karena Kobarkan Kerusuhan Anti-Islam

Minggu, 11 Agustus 2024 - 15:20 WIB
Hingga Jumat, lebih dari 700 orang telah ditangkap dan lebih dari 300 orang didakwa atas dugaan keterlibatan mereka dalam kerusuhan, yang dimulai setelah seorang remaja keturunan Rwanda menewaskan tiga anak dan melukai sepuluh lainnya dalam aksi penusukan di kota Southport akhir bulan lalu.

Awalnya dipicu oleh rumor palsu bahwa pria bersenjata pisau yang bertanggung jawab atas penusukan tersebut adalah seorang imigran Muslim, demonstrasi tersebut berkembang menjadi reaksi keras terhadap Islam dan imigrasi massal, yang berpuncak pada perusuh yang membakar sebuah hotel yang menampung pencari suaka di Rotherham Minggu lalu.

Baca Juga: Beasiswa Kuliah S2 Gratis ke Inggris Sudah Dibuka, Tidak Ada Syarat Usia Loh!

Dari mereka yang ditangkap, lebih dari 30 orang telah didakwa dengan pelanggaran daring, seperti membagikan rekaman kerusuhan atau mengeposkan konten yang – menurut Crown Prosecutorial Service – “menghasut kekerasan atau kebencian.”

Para kritikus, termasuk Musk, menuduh pemerintah mengekang kebebasan berbicara, dan menjalankan sistem peradilan “dua tingkat”, di mana tersangka kulit putih Inggris dihukum jauh lebih berat daripada imigran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!