Diplomat Kawakan Singapura: PM Israel Netanyahu Pemimpin Paling Licik dan Paling Kejam!
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 09:50 WIB
Menurut Oliveiro, Mahbubani menjamu Netanyahu dan istrinya untuk makan malam di kediamannya di New York beberapa tahun yang lalu.
"Namun, pada saat yang sama, sayangnya, dan saya katakan ini sebagai sahabat Israel, dia tidak memimpin negara ini ke arah yang benar," kata Mahbubani kepada Oliveiro, yang menyebut Netanyahu sebagai "tokoh kontroversial".
"Netanyahu harus memutuskan antara mengurus kepentingan pribadinya sendiri untuk menghindari masuk penjara dan atau mengurus kepentingan nasional Israel," kata Mahbubani, mengutip kolumnis New York Times, Thomas Friedman.
Mengacu pada Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, Mahbubani mengatakan: "Israel saat ini memiliki kesempatan luar biasa untuk berdamai dengan negara-negara tetangga Arabnya."
"Ini akan menjamin perdamaian dan stabilitas bagi rakyat Israel dan, pada saat yang sama, akan memungkinkan rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri. Inilah yang mereka sebut solusi dua negara," kata Mahbubani.
"Warga Israel telah sangat trauma dengan apa yang terjadi pada 7 Oktober. Mereka bereaksi dengan marah alih-alih bijaksana."
"Namun, pada saat yang sama, sayangnya, dan saya katakan ini sebagai sahabat Israel, dia tidak memimpin negara ini ke arah yang benar," kata Mahbubani kepada Oliveiro, yang menyebut Netanyahu sebagai "tokoh kontroversial".
"Netanyahu harus memutuskan antara mengurus kepentingan pribadinya sendiri untuk menghindari masuk penjara dan atau mengurus kepentingan nasional Israel," kata Mahbubani, mengutip kolumnis New York Times, Thomas Friedman.
Mengacu pada Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, Mahbubani mengatakan: "Israel saat ini memiliki kesempatan luar biasa untuk berdamai dengan negara-negara tetangga Arabnya."
"Ini akan menjamin perdamaian dan stabilitas bagi rakyat Israel dan, pada saat yang sama, akan memungkinkan rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri. Inilah yang mereka sebut solusi dua negara," kata Mahbubani.
"Warga Israel telah sangat trauma dengan apa yang terjadi pada 7 Oktober. Mereka bereaksi dengan marah alih-alih bijaksana."
Lihat Juga :