5 Alasan Umat Muslim Jadi Target Kerusuhan di Inggris, dari Hoaks hingga Komentar Pedas Politikus Anti-Islam

Kamis, 08 Agustus 2024 - 16:16 WIB

4. Premanisme Sayap Kanan Jadi Pemicunya



Foto/EPA

Perdana Menteri Starmer mengatakan ia "sangat" mengutuk "premanisme sayap kanan".

Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper menyatakan dalam wawancara baru-baru ini dengan Sky News: "Akan ada orang-orang yang mengira mereka akan pergi berlibur musim panas minggu ini, dan sebaliknya mereka akan menghadapi ketukan di pintu dari polisi."

5. Politikus Inggris Sebut Umat Muslim Tidak Memiliki Nilai yang Sama dengan Inggris



Foto/EPA

Nigel Farage, pemimpin anti-imigrasi dari gerakan populis Reform UK yang sekarang menjadi anggota parlemen, telah memicu ketegangan. Pada bulan Mei, ia menyatakan bahwa umat Muslim tidak memiliki nilai-nilai Inggris yang sama.

"Apa yang Anda lihat di jalan-jalan Hartlepool, London atau Southport tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mungkin terjadi selama beberapa minggu ke depan," kata Farage baru-baru ini. Dia juga membenarkan kerusuhan tersebut. Iklan "Kelompok sayap kanan adalah reaksi terhadap rasa takut, ketidaknyamanan, kegelisahan yang dialami oleh puluhan ribu orang di luar sana” katanya.

Neil Basu, mantan kepala kepolisian antiterorisme Inggris, menuduh Farage tidak bertindak cukup jauh untuk mengutuk kekerasan tersebut.

“Apakah Nigel Farage mengutuk kekerasan tersebut? Apakah dia mengutuk EDL? Tampaknya orang-orang ini ada untuk menimbulkan perselisihan di masyarakat,” kata Basu.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!