5 Alasan Umat Muslim Jadi Target Kerusuhan di Inggris, dari Hoaks hingga Komentar Pedas Politikus Anti-Islam

Kamis, 08 Agustus 2024 - 16:16 WIB

2. Aktivis Sayap Kanan Memperburuk Keadaan



Foto/EPA

Agitator seperti Tommy Robinson memicu ketegangan.

Terlahir dengan nama Stephen Christopher Yaxley-Lennon, aktivis sayap kanan dan salah satu pendiri English Defence League (EDL), telah sibuk mengunggah video omelan yang menghasut kepada 800.000 pengikutnya di X, mengecam Muslim, migran, lembaga politik, dan polisi.

Ia mengunggah dari jauh, dilaporkan di Siprus. Seorang hakim Pengadilan Tinggi mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Robinson setelah ia tidak hadir di Pengadilan Kerajaan pada hari Senin untuk sidang dalam kasus penghinaan terhadap pencemaran nama baik yang ia kalahkan terhadap pengungsi Suriah Jamal Hijazi.

Influencer Andrew Tate, yang telah menyarankan tersangka Southport tiba di Inggris dengan perahu, dan Anggota Parlemen Nigel Farage, yang akan membahasnya lebih lanjut nanti, juga dituduh memicu perpecahan.

Baca Juga: Kerusuhan di Inggris, Menlu Retno Pastikan Kondisi WNI Aman

3. Kerusuhan Menyebar ke Seluruh Inggris



Foto/EPA

Di beberapa kota dan desa di seluruh negeri. Selain Southport, Rotherham, dan Tamworth, bentrokan juga telah dilaporkan di Manchester, Liverpool, Belfast di Irlandia Utara, dan kota-kota lainnya.

Berbagai unggahan beredar di media sosial yang menggambarkan berbagai acara sayap kanan yang direncanakan. Al Jazeera tidak dapat memverifikasi klaim ini secara independen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!