Menteri Intelijen Iran: AS Tahu Israel Akan Bunuh Ismail Haniyeh

Minggu, 04 Agustus 2024 - 14:35 WIB
Haniyeh dibunuh dengan bom yang diledakkan dari jarak jauh yang diselundupkan ke wisma tamu di kompleks yang dijaga ketat oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), NYT melaporkan sebelumnya, mengutip pejabat yang berbicara dengan syarat anonim. Bom tersebut dilaporkan meledak di kamar Haniyeh, menewaskan pemimpin Hamas dan salah satu pengawalnya, serta meruntuhkan sebagian dinding luar gedung.

Namun, Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa Haniyeh juga dibunuh dengan rudal jarak pendek seberat 7 kg. Rudal itu juga memicu ledakan di kediaman Haniyeh.

Teheran dan Hamas sama-sama menuduh Israel melakukan pembunuhan tersebut, yang tidak dikonfirmasi atau dibantah Hamas. Namun, laporan media mengklaim bahwa pejabat intelijen Israel memberi pengarahan kepada Washington dan pemerintah Barat lainnya tentang rincian pembunuhan tersebut segera setelah kejadian.

Baca Juga: 3 Armada Militer AS yang Dikirim untuk Membela Israel dari Serangan Iran

Menurut pernyataan Gedung Putih, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas "penempatan militer AS yang baru" untuk membantu Israel mempertahankan diri dari "semua ancaman" dalam panggilan telepon pada hari Kamis. Selama panggilan telepon tersebut, pemimpin AS menegaskan kembali bahwa negaranya tetap berkomitmen pada keamanan Israel terhadap Iran dan "kelompok teroris proksi Hamas, Hizbullah, dan Houthi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!