Rusia Bikin Drone Kiamat untuk Perang Nuklir

Minggu, 04 Agustus 2024 - 09:22 WIB
Perkembangan ini terjadi setelah berbulan-bulan meningkatnya ketegangan global dan ancaman berulang Rusia untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Amerika Serikat dan negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) selama perang Rusia-Ukraina yang berlangsung hampir dua setengah tahun.

Pada bulan Juni, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan pimpinan kementerian luar negeri negaranya: "Kita sudah sangat dekat dengan titik yang tidak bisa dikembalikan”, mengacu pada ancaman Moskow untuk mengerahkan senjata nuklir.

Putin telah menyetujui latihan senjata nuklir taktis, dan beberapa hari yang lalu, Rusia maju ke tahap ketiga. “Yang ditujukan untuk mempersiapkan unit Angkatan Bersenjata Federasi Rusia untuk penggunaan senjata nuklir nonstrategis dalam pertempuran," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Pada awal tahun 2024, Bulletin of the Atomic Scientists, sebuah lembaga nirlaba yang dipimpin oleh para pemimpin risiko nuklir, sekali lagi menyetel Jam Kiamat pada 90 detik menjelang tengah malam karena umat manusia terus menghadapi tingkat bahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Vladimir Putin: Rudal AS di Jerman Bisa Bawa Nuklir 10 Menit ke Rusia

Rusia diperkirakan memiliki 5.580 hulu ledak nuklir, menurut laporan tahun 2024 oleh Federasi Ilmuwan Amerika, yang mengatakan AS memiliki 5.044 hulu ledak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!