Kata-kata Terakhir Ismail Haniyeh sebelum Dibunuh: Allah yang Menghidupkan dan Mematikan

Minggu, 04 Agustus 2024 - 06:37 WIB
Haniyeh memimpin “Change and Reform List”, yang memenangkan suara mayoritas dalam pemilihan Dewan Legislatif Palestina tahun 2006, yang menyebabkan pengangkatannya sebagai kepala pemerintahan Palestina pada bulan Februari 2006.

Dia kemudian berperan dalam upaya rekonsiliasi nasional, yang berujung pada pembentukan pemerintahan persatuan pada bulan Juni 2014.

Haniyeh terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada bulan Mei 2017.

Pada 7 Oktober 2023, Brigade al-Qassam, yang dipimpin oleh Mohammed Deif, melancarkan operasi Banjir al-Aqsa terhadap Israel.

Dalam perang genosida Israel yang terjadi setelahnya, Haniyeh menderita kerugian pribadi, termasuk terbunuhnya beberapa anggota keluarga akibat serangan udara Israel.

Setelah kematian mereka, Haniyeh menyatakan: “Darah anak-anakku tidak lebih berharga daripada darah anak-anak rakyat Palestina. Semua martir Palestina adalah anak-anakku.”

“Melalui darah para martir dan penderitaan mereka yang terluka, kita ciptakan harapan, kita ciptakan masa depan, kita ciptakan kemerdekaan dan kebebasan bagi rakyat kita,” lanjut dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!