Konflik Belarusia Bisa Memicu Perang Eropa

Senin, 24 Agustus 2020 - 11:12 WIB
Polandia dan Lithuania merupakan anggota NATO yang sangat hati-hati dengan segala langkah mereka. Apalagi, kedua negara itu menginginkan Lukashenko lengser. “Polandia hati-hati mengikuti aktivitas pergerakan militer di luar perbatasan kita,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Polandia.



Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menawari bantuan kepada Lukashenko untuk menstabilkan Belarusia jika memang diperlukan. Belarusia pun menerima tawaran Putin jika ada ancaman eksternal ke negara tersebut. Rusia kerap menggunakan aksi militer untuk memberikan dukungan kepada negara yang menjadi sekutunya. Itu terjadi di Georgia pada 2008 dan Ukraina pada 2014.

Sebenarnya, permintaan bantuan militer dari Moskow oleh Belarusia sebagai upaya melindungi rezim berkuasa. Itu juga sebagai upaya untuk mencegah UE dan AS mengintervensi Belarusia lebih dalam. Kebangkitan masyarakat sipil di Belarusia pun akan terasa sulit karena pembungkaman akan terus terjadi. (Lihat videonya: Pembunuh Keji Satu Keluarga di Sukoharjo Ditangkap)

Itu terbukti ketika Presiden Lukashenko mengancam akan menutup pabrik jika para pekerjanya menggelar demonstrasi. “Jika pabrik tidak bekerja, maka pintu gerbang akan ditutup dan berhenti,” ucapnya dilansir RIA. Ancaman itu terjadi ketika sejumlah buruh di pabrik milik pemerintah justru ikut menggelar aksi menentang pemerintah.

Sementara itu, pemimpin oposisi Belarusia Sviatlana Tsikhanouskaya, yang melarikan diri ke Lithuania, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan dukungan dari sejumlah pemimpin Eropa.Dalam wawancara dengan Reuters, Tsikhanouskaya menganggap sebagai simbol perubahan dan menginginkan pemilu baru atau Lukashenko mengundurkan diri.

Pada hari ini, Tsikhanouskaya dijadwalkan akan bertemu dengan Deputi Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun di Lithuania. Itu bertujuan untuk mencari solusi atas ketegangan di Belarusia. Selain itu, Biegun juga akan terbang ke Moskow untuk mencari resolusi damai dan mencegah intervensi Rusia ke Belarusia. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!