Hizbullah Sebut Netanyahu ingin Perang Berlanjut Bertahun-tahun

Rabu, 17 Juli 2024 - 08:47 WIB
"Apakah masuk akal bagi Hamas dan perlawanan untuk menyetujui gencatan senjata selama 48 hari dan membebaskan tawanan (Israel), lalu berkata, 'Teruslah berjuang.' Apakah ini masuk akal?" ujar dia.

Dia menyarankan jika Netanyahu berpikir dia akan menang, ia sedang berkhayal. “Bahkan jika dia melakukan lebih banyak pembantaian, pada akhirnya dia akan jatuh dan nilai-nilai Barat akan jatuh bersamanya selamanya,” tegas dia.

Mengomentari posisi Amerika Serikat (AS), Qassem menuduh prioritas Washington adalah agar Israel merasa nyaman.

“Kita telah melihat bahwa AS tidak serius untuk mengakhiri perang, kegagalan tekanan Amerika dan tekad Israel untuk melanjutkannya,” papar dia.

Jika perang berlangsung selama beberapa bulan lagi, menurut dia, pejuang perlawanan di Gaza dan rakyat Palestina akan terus berjuang tidak peduli berapa lama itu berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!