Mengapa Presiden Lebanon Tolak Investigasi Internasional Ledakan Beirut?
Minggu, 23 Agustus 2020 - 20:40 WIB
Meskipun seorang diplomat senior PBB mengatakan bahwa ini akan sulit karena akan menjadi preseden bagi beberapa pemimpin negara lain untuk dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, namun langkah itu tetap menjadi pilihan.
Aoun dan elit politik lainnya di Lebanon telah bersama-sama mengakui bahwa amonium nitrat yang sangat mudah meledak disimpan di jantung ibu kota negara selama bertahun-tahun.
“Jika komunitas internasional menganggap bahwa ledakan ini dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, yang menempatkan penduduk sipil di bawah ancaman, R2P dapat digunakan untuk penyelidikan internasional yang independen, terlepas dari persetujuan pemerintah,” ucap Imad Salamey, profesor politik sains di Universitas Amerika Lebanon, seperti dilansir Al Arabiya.
Aoun juga menyebut investigasi internasional sebagai buang-buang waktu. Para analis percaya bahwa penyelidikan internasional akan menjadi "paku terakhir di peti mati" bagi elit penguasa, yang telah berkuasa selama beberapa dekade setelah perang saudara 1975-1990 di Lebanon.
(Baca: Iran Minta Dunia Tidak Eksploitasi penderitaan Lebanon )
Aoun dan elit politik lainnya di Lebanon telah bersama-sama mengakui bahwa amonium nitrat yang sangat mudah meledak disimpan di jantung ibu kota negara selama bertahun-tahun.
“Jika komunitas internasional menganggap bahwa ledakan ini dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, yang menempatkan penduduk sipil di bawah ancaman, R2P dapat digunakan untuk penyelidikan internasional yang independen, terlepas dari persetujuan pemerintah,” ucap Imad Salamey, profesor politik sains di Universitas Amerika Lebanon, seperti dilansir Al Arabiya.
Aoun juga menyebut investigasi internasional sebagai buang-buang waktu. Para analis percaya bahwa penyelidikan internasional akan menjadi "paku terakhir di peti mati" bagi elit penguasa, yang telah berkuasa selama beberapa dekade setelah perang saudara 1975-1990 di Lebanon.
(Baca: Iran Minta Dunia Tidak Eksploitasi penderitaan Lebanon )
Lihat Juga :