Politik Berubah dan Pajak Tinggi, Kaum Tajir Prancis Bisa Pindah Massal

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:01 WIB
Sebagian besar khawatir, meskipun sayap kanan maupun sayap kiri tidak memenangkan pemilu secara langsung, beberapa janji kampanye partai, seperti pajak yang lebih tinggi, dapat segera menjadi undang-undang.

"Kami memiliki klien baru seperti eksekutif puncak yang bertanya apa yang dapat mereka lakukan untuk melindungi diri mereka sendiri. Setelah Brexit, ada masuknya para bankir ke Prancis, tetapi orang-orang berpenghasilan tinggi ini akan pergi karena mereka tidak ingin membayar lebih banyak pajak," ujar Xenia Legendre, mitra pengelola yang berbasis di Paris di firma hukum Hogan Lovells, mengatakan kepada outlet berita tersebut.

Front Populer Baru (NFP) yang berhaluan kiri, yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu, berjanji mengenakan pajak atas laba perusahaan yang sangat besar dan memberlakukan kembali pajak kekayaan bagi orang kaya.

Undang-undang semacam itu akan bertentangan dengan kebijakan yang ditetapkan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dianggap lebih bersahabat dengan orang kaya dan bahkan membuatnya mendapat julukan "presiden orang-orang kaya."

"Orang-orang yang bisa pergi akan pergi jika kebijakan ekstrem diadopsi. Prancis tidak akan lagi menarik bagi orang asing, dan orang kaya akan pergi," prediksi Emmanuel Angelier, kepala perusahaan manajemen kekayaan La Financiere d'Orion.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!