Perlawanan Palestina di Tepi Barat Ubah Taktik, Hasilnya Mematikan bagi Tentara Israel

Selasa, 02 Juli 2024 - 20:30 WIB
“Gaya ini efektif dalam mengatasi kerusakan yang ditimbulkan pada tentara Israel, namun juga disesuaikan dengan kondisi Tepi Barat yang berbeda jika dibandingkan dengan Gaza,” ujar Baroud.

Mayor Jenderal Fayez al-Duwairi adalah salah satu dari beberapa analis militer yang percaya memang ada perubahan strategis dalam perilaku Perlawanan yang sedang terjadi di Tepi Barat.

“Operasi baru-baru ini di Tepi Barat menunjukkan perubahan strategis dalam cara faksi Perlawanan mengelola pertempuran dan konfrontasi dengan pendudukan,” ujar dia kepada Al-Jazeera.

Al-Duwairi menambahkan, “Pergeseran kualitatif dan strategis dalam manajemen pertempuran ini akan memiliki dampak dan berbagai konsekuensi dalam beberapa hari mendatang.”

Faktanya, dampak ini sudah terasa dalam beberapa pekan terakhir ketika tentara Israel memperkuat kehadiran militernya di Tepi Barat, dan mengurangi jumlah serangan terhadap kamp-kamp pengungsi tertentu karena takut akan penyergapan mematikan serupa.

Sebaliknya, tentara Israel kembali melakukan penembakan terhadap warga Palestina menggunakan drone untuk menghindari memasuki wilayah permukiman.

Contoh terbaru terjadi pada tanggal 30 Juni, ketika pasukan Israel membunuh Saeed Al-Jaber, komandan batalion kamp Nour Shams dari Brigade Al-Quds di daerah Tulkarm di Tepi Barat, dengan drone.

Baca juga: Rusia Peringatkan Israel soal Pasokan Rudal Patriot untuk Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!