Conference of ISRA 2024: Upaya Adaptif Atasi Perubahan Iklim Global
Jum'at, 28 Juni 2024 - 22:41 WIB
Menurutnya, walaupun padang lamun tidak begitu karismatik seperti mangrove dan terumbu karang, tetapi nilai ekonominya lebih tinggi.
“Indonesia menjadi pusat biodiversitas padang lamun bagi dunia. Sehingga jika benar-benar diniatkan, Indonesia akan berperan lebih dalam mengurangi emisi tingkat dunia berbasis ekosistem melalui padang lamun,” kata Pramaditya.
Tak berbeda jauh dengan gelaran Conference of ISRA tahun sebelumnya, konferensi kali ini membuka penerimaan paper ilmiah dengan tiga topik penelitian bagi para pesertanya.
Tiga topik penelitian tersebut adalah Praktik Pengembangan Masyarakat untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Community Development Practices to Face Climate Change), Inovasi Berkelanjutan untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Sustainable Innovation to Confront Climate Change), dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan untuk Merespons Dampak Perubahan Iklim (Sustainable Environmental Management to Respond to the Impacts of Climate Change).
Dari 59 artikel yang telah terkumpul, terdapat penghargaan Best Paper untuk tiap kategorinya.
Penghargaan kategori pertama berhasil diraih oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk sebagai best paper kategori Praktik Pengembangan Masyarakat untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Community Development Practices to Face Climate Change) yang mengangkat judul Sustainable Livelihood Approach for Industrial Communities in Bergas Kidul Village in Mitigating Climate Change and Reducing the Effect of Greenhouse Gases.
Berangkat dari adanya lahan kosong akibat kekeringan dan terbatasnya lahan peternakan, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyodorkan solusi terhadap perubahan iklim melalui pemberdayaan Masyarakat Bergas, Kabupaten Semarang yaitu Program Kebun Alpukat dan Kandang Komunal.
“Indonesia menjadi pusat biodiversitas padang lamun bagi dunia. Sehingga jika benar-benar diniatkan, Indonesia akan berperan lebih dalam mengurangi emisi tingkat dunia berbasis ekosistem melalui padang lamun,” kata Pramaditya.
Tak berbeda jauh dengan gelaran Conference of ISRA tahun sebelumnya, konferensi kali ini membuka penerimaan paper ilmiah dengan tiga topik penelitian bagi para pesertanya.
Tiga topik penelitian tersebut adalah Praktik Pengembangan Masyarakat untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Community Development Practices to Face Climate Change), Inovasi Berkelanjutan untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Sustainable Innovation to Confront Climate Change), dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan untuk Merespons Dampak Perubahan Iklim (Sustainable Environmental Management to Respond to the Impacts of Climate Change).
Dari 59 artikel yang telah terkumpul, terdapat penghargaan Best Paper untuk tiap kategorinya.
Penghargaan kategori pertama berhasil diraih oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk sebagai best paper kategori Praktik Pengembangan Masyarakat untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Community Development Practices to Face Climate Change) yang mengangkat judul Sustainable Livelihood Approach for Industrial Communities in Bergas Kidul Village in Mitigating Climate Change and Reducing the Effect of Greenhouse Gases.
Berangkat dari adanya lahan kosong akibat kekeringan dan terbatasnya lahan peternakan, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyodorkan solusi terhadap perubahan iklim melalui pemberdayaan Masyarakat Bergas, Kabupaten Semarang yaitu Program Kebun Alpukat dan Kandang Komunal.
Lihat Juga :