Taiwan Belajar dari Ukraina untuk Bersiap Hadapi Serangan
Sabtu, 22 Juni 2024 - 09:00 WIB
Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim. Foto/REUTERS
TAIPEI - Taiwan tengah mempelajari taktik yang digunakan militer Ukraina terhadap Rusia dalam persiapannya menghadapi serangan potensial.
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim.
Komentarnya muncul saat Presiden Taiwan Lai Ching-te menyuarakan kekhawatiran bahwa China diduga telah menguraikan “aneksasi dan penghapusan Republik China (Taiwan) pulau itu sebagai tujuan besar untuk meremajakan rakyatnya,” yang menunjukkan daratan China tidak akan berhenti untuk menguasai pulau itu.
China masih melihat Taiwan sebagai bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayahnya.
Berbicara di acara yang diselenggarakan Chatham House, lembaga pemikir Inggris, di London pada Selasa, Bi-khim menegaskan Taiwan harus mereformasi dan mendesentralisasikan struktur komando militernya.
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim.
Komentarnya muncul saat Presiden Taiwan Lai Ching-te menyuarakan kekhawatiran bahwa China diduga telah menguraikan “aneksasi dan penghapusan Republik China (Taiwan) pulau itu sebagai tujuan besar untuk meremajakan rakyatnya,” yang menunjukkan daratan China tidak akan berhenti untuk menguasai pulau itu.
China masih melihat Taiwan sebagai bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayahnya.
Berbicara di acara yang diselenggarakan Chatham House, lembaga pemikir Inggris, di London pada Selasa, Bi-khim menegaskan Taiwan harus mereformasi dan mendesentralisasikan struktur komando militernya.
Lihat Juga :