Siapa Mark Rutte? Si Teflon yang Ingin Menjadi Pemimpin Perang Melawan Rusia

Rabu, 19 Juni 2024 - 20:20 WIB

2. Didukung Hongaria dan Slovakia



Foto/AP

Beberapa jam sebelum laporan NOS diterbitkan, Hongaria dan Slovakia telah memberikan dukungan mereka terhadap pencalonan Rutte, sehingga berhasil mengatasi rintangan penting dalam perjalanannya menuju jabatan tertinggi di NATO.

NATO mengambil keputusan berdasarkan konsensus, sehingga setiap kandidat memerlukan dukungan dari 32 negara sekutu. Hanya Rumania, yang Presidennya Klaus Iohannis juga bersaing untuk mendapatkan jabatan tersebut, yang secara resmi masih menentang pencalonan Rutte.

Turki dan Slovakia juga telah mengubah arah terhadap pencalonan Rutte, dimana Turki mengatakan akan mendukungnya pada akhir April dan Slovakia mengumumkan dukungannya pada hari Selasa.

3. Jadi PM Terlama



Foto/AP

Rutte menjadi perdana menteri Belanda yang paling lama menjabat pada Selasa, dan pemimpin yang dikenal oleh beberapa orang sebagai “Teflon Mark” karena skandal yang tidak menimpanya tidak menunjukkan tanda-tanda melambat meskipun kerusuhan melanda negaranya. dan popularitas partainya merosot dalam jajak pendapat.

“Ini adalah pekerjaan terhebat di dunia, suatu kehormatan yang luar biasa. Saya harus mengatakan bahwa sekarang ada banyak sekali teka-teki di meja saya, tetapi hal-hal seperti ini memang terjadi,” kata Rutte, dilansir AP.

Teka-teki yang paling utama adalah tujuan pemerintah untuk mengurangi polusi nitrogen yang telah memicu protes kemarahan para petani yang telah menyebabkan kekacauan lalu lintas dalam beberapa pekan terakhir dengan memblokir jalan dan jalan raya dengan traktor, membuang limbah termasuk pupuk kandang dan asbes ke jalan raya, serta membakar tumpukan jerami.

Baca Juga: 5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga

4. Politikus yang Beruntung



Foto/AP
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!