Dorong Warganya Menikah, Pemerintah Kota Tokyo Turun Tangan Buat Aplikasi Kencan
Minggu, 09 Juni 2024 - 20:20 WIB
Di tingkat nasional, pemerintah telah berupaya mengatasi kekurangan tenaga kerja yang serius dengan menjanjikan pembayaran tunai bagi keluarga yang memiliki anak dan mendukung fasilitas penitipan anak. Pemerintah juga telah melonggarkan kebijakan imigrasi selama bertahun-tahun untuk mendorong masuknya pekerja asing.
Selama era “baby boom” pada tahun 1970an, Jepang mencatat lebih dari 2 juta kelahiran setiap tahunnya. Seperti banyak orang dewasa muda di seluruh dunia saat ini, hanya sedikit orang Jepang yang tertarik pada pernikahan gaya lama atau memiliki anak.
Ada kekhawatiran bahwa norma tempat kerja di Jepang cenderung menyebabkan jam kerja yang sangat panjang dan jarang bertemu orang di luar jam kerja. Ada yang bilang membesarkan anak itu mahal.
Balai Kota Tokyo juga mensponsori acara di mana para lajang bisa bertemu, pasangan bisa mendapatkan konseling tentang pernikahan dan di mana sepasang kekasih bisa mengubah kisah mereka tentang bagaimana mereka pertama kali bertemu dalam komik manga atau lagu.
Selama era “baby boom” pada tahun 1970an, Jepang mencatat lebih dari 2 juta kelahiran setiap tahunnya. Seperti banyak orang dewasa muda di seluruh dunia saat ini, hanya sedikit orang Jepang yang tertarik pada pernikahan gaya lama atau memiliki anak.
Ada kekhawatiran bahwa norma tempat kerja di Jepang cenderung menyebabkan jam kerja yang sangat panjang dan jarang bertemu orang di luar jam kerja. Ada yang bilang membesarkan anak itu mahal.
Balai Kota Tokyo juga mensponsori acara di mana para lajang bisa bertemu, pasangan bisa mendapatkan konseling tentang pernikahan dan di mana sepasang kekasih bisa mengubah kisah mereka tentang bagaimana mereka pertama kali bertemu dalam komik manga atau lagu.
(ahm)
Lihat Juga :