Terlilit Krisis, Kuwait Tak Mampu Bayar Gaji PNS setelah November

Kamis, 20 Agustus 2020 - 14:01 WIB
Dia menjelaskan, defisit anggaran Kuwait meningkat hingga 69% menjadi 5,64 miliar dinar pada tahun fiskal lalu. Pemerintah memperkirakan defisit akan menjadi lebih dari 14 miliar dinar dalam tahun fiskal sekarang, berakhiri pada 31 Maret.

Dia menyatakan gaji dan subsidi mencakup 76% dari seluruh belanja. “Dalam jangka menengah hingga panjang, ketidakadaan pinjaman, langkah pengetatan akan diterapkan pada belanja publik,” ujar dia.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan keuangan pemerintah perlu tumbuh pada level yang cepat saat posisi likuiditas melemah. (Baca Juga: Trump Berharap Arab Saudi Bergabung Kesepakatan UEA dan Israel)

“Al-Sheetan harus melepas posisinya daripada mengancam warga dengan gaji mereka,” kata anggota parlemen Kuwait Riyadh Al-Adsani yang menyebut menteri keuangan merilis dokumen yang tidak masuk akal untuk mengatasi krisis itu. (Baca Infografis: Amunisi Anyar China; Meratakan Area Luas dengan sekali Tembakan)

Ekonomi Kuwait sudah negatif akibat wabah virus corona dan turunnya harga minyak. Apalagi OPEC berencana mengurangi produksi minyak. (Lihat Video: Republik Kopi di Pegunungan Ijen)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!