Ini Kelemahan Perang Berbasis Serangan yang Diterapkan Israel di Gaza

Senin, 03 Juni 2024 - 14:20 WIB
Kemudian, Al Jazeera melaporkan dari Menteri Pertahanan, Yoav Gallant. Dia adalah bagian dari kabinet perang dan berbicara tentang kelompok alternatif untuk memerintah di Gaza – meskipun tidak jelas siapa sebenarnya kelompok tersebut.

Dia telah mendorong rencana pasca-perang untuk Gaza seperti yang dilakukan Benny Gantz, salah satu anggota kabinet perang, yang sebenarnya telah memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pada tanggal 8 Juni, kata Gantz, dia ingin mendengar apa rencana pasca perang tersebut.

Namun Netanyahu juga diberitahu oleh kelompok ultranasionalis dan menteri sayap kanan bahwa mereka akan mundur dari pemerintahan jika ada gencatan senjata, dan hal ini akan mengakibatkan pembubaran pemerintahan koalisi yang diperlukan Netanyahu untuk tetap berkuasa.

Kemudian ada Yair Lapid, pemimpin oposisi, yang mengatakan [untuk] menerima kesepakatan itu. Keluarga dari mereka yang disandera juga mengatakan ‘ambil kesepakatan’. Yair Lapid berkata, jika Anda menerima kesepakatan itu, kami akan mendukung Anda. Dan masih banyak menteri lain yang mengatakan hal serupa.

Jadi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terjebak di antara kedua belah pihak.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!