Buntut Kudeta Militer, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Mali

Kamis, 20 Agustus 2020 - 03:11 WIB
"Jika hari ini, beberapa elemen pasukan bersenjata kita ingin ini berakhir melalui intervensi mereka, apakah saya memiliki pilihan?" kata Keita dari pangkalan militer di Kati, luar Ibu Kota Mali; Bamako, tempat dia disandera.

Tidak jelas siapa yang memimpin revolusi dan siapa yang akan memerintah tanpa kehadiran Keita atau apa yang diinginkan para tentara pemberontak.

Gambar yang diunggah di media sosial yang diambil di pangkalan militer Kati menunjukkan Keita dan Cisse dikepung oleh para tentara bersenjata. Reuters tak dapat melakukan verifikasi keaslian video atau gambar itu. (Baca juga: Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pascakudeta )

Mali selama beberapa bulan mengalami unjuk rasa menentang korupsi dan memburuknya keamanan di negara itu. Ada juga seruan agar Keita mundur.

Koalisi oposisi M5-RFP menunjukkan dukungan pada aksi para tentara pemberontak. "Ini bukan kudeta militer tapi pemberontakan populer," kata juru bicara oposisi Nouhoum Togo kepada Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!