Iran Naik Pitam Dituding Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS
Rabu, 19 Agustus 2020 - 18:29 WIB
Serangan 11 Desember itu menewaskan dua warga sipil dan melukai puluhan lainnya, termasuk empat personel militer AS .
Laporan ini muncul setelah sebelumnya The New York Times mengutip sumber-sumber pemerintah anonim yang mengatakan pada bulan Juni bahwa Presiden AS Donald Trump diberikan laporan intelijen yang menuduh bahwa Moskow mungkin telah menawarkan hadiah kepada Taliban untuk pembunuhan tentara AS. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Trump membantah pernah diberi pengarahan tentang masalah tersebut, menambahkan bahwa Wakil Presiden Mike Pence dan Kepala Staf Mark Meadows juga tidak diberi informasi tentang tuduhan tersebut. Trump juga mengecam The New York Times karena menyebarkan apa yang dia sebut sebagai berita palsu. (Baca: Soal Isu Hadiah untuk Tewaskan Tentara AS, Ini Kata Trump )
Klaim tersebut juga dibantah baik oleh Moskow dan Taliban, dengan Kremlin mengecam tuduhan itu sebagai "omong kosong" dan kelompok militan menyebut mereka sebagai upaya untuk menghalangi penarikan pasukan AS dari Afghanistan. (Baca: Menlu Rusia Bantah Laporan Moskow Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS )
Perkembangan itu terjadi setelah AS dan Taliban menandatangani perjanjian perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu di ibu kota Qatar, Doha pada akhir Februari, yang menetapkan jadwal bagi AS untuk menarik dari 13.000 tentaranya dari Afghanistan.
Laporan ini muncul setelah sebelumnya The New York Times mengutip sumber-sumber pemerintah anonim yang mengatakan pada bulan Juni bahwa Presiden AS Donald Trump diberikan laporan intelijen yang menuduh bahwa Moskow mungkin telah menawarkan hadiah kepada Taliban untuk pembunuhan tentara AS. (Baca: NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di Afghanistan )
Trump membantah pernah diberi pengarahan tentang masalah tersebut, menambahkan bahwa Wakil Presiden Mike Pence dan Kepala Staf Mark Meadows juga tidak diberi informasi tentang tuduhan tersebut. Trump juga mengecam The New York Times karena menyebarkan apa yang dia sebut sebagai berita palsu. (Baca: Soal Isu Hadiah untuk Tewaskan Tentara AS, Ini Kata Trump )
Klaim tersebut juga dibantah baik oleh Moskow dan Taliban, dengan Kremlin mengecam tuduhan itu sebagai "omong kosong" dan kelompok militan menyebut mereka sebagai upaya untuk menghalangi penarikan pasukan AS dari Afghanistan. (Baca: Menlu Rusia Bantah Laporan Moskow Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS )
Perkembangan itu terjadi setelah AS dan Taliban menandatangani perjanjian perdamaian yang telah lama ditunggu-tunggu di ibu kota Qatar, Doha pada akhir Februari, yang menetapkan jadwal bagi AS untuk menarik dari 13.000 tentaranya dari Afghanistan.
Lihat Juga :