TV Israel Tayangkan Video 5 Tentara Wanita Zionis yang Ditawan Hamas
Kamis, 23 Mei 2024 - 11:39 WIB
Rekaman video tersebut menunjukkan para tentara wanita Israel, semuanya tertegun dan beberapa berlumuran darah, diikat tangannya dan dimasukkan ke dalam sebuah jip.
“Saya punya teman di Palestina,” teriak salah satu tentara peserta wajib militer, Naama Levy (19), dalam bahasa Inggris.
Salah satu pria bersenjata terdengar berteriak dalam bahasa Arab: "Kamu anjing! Kami akan menginjakmu, anjing!"
Pria bersenjata lainnya berkata kepada seorang tawanan: "Kamu cantik."
Forum Keluarga Sandera, organisasi yang mewakili keluarga dari 124 orang—sebagian besar warga sipil—yang masih ditawan oleh Hamas, mengatakan bahwa rekaman video tersebut diambil dari kamera tubuh yang dikenakan oleh pria bersenjata yang menyerang pangkalan Nahal Oz di Israel selatan di mana para wanita tersebut bertugas sebagai pengintai.
Menurut organisasi itu, tembakan terhadap tentara Israel tidak disertakan dalam rekaman video dan publikasinya disetujui oleh keluarga lima tawanan.
“Pemerintah Israel tidak boleh menyia-nyiakan waktu; mereka harus kembali ke meja perundingan hari ini!” kata Forum Keluarga Sandera.
“Saya punya teman di Palestina,” teriak salah satu tentara peserta wajib militer, Naama Levy (19), dalam bahasa Inggris.
Salah satu pria bersenjata terdengar berteriak dalam bahasa Arab: "Kamu anjing! Kami akan menginjakmu, anjing!"
Pria bersenjata lainnya berkata kepada seorang tawanan: "Kamu cantik."
Forum Keluarga Sandera, organisasi yang mewakili keluarga dari 124 orang—sebagian besar warga sipil—yang masih ditawan oleh Hamas, mengatakan bahwa rekaman video tersebut diambil dari kamera tubuh yang dikenakan oleh pria bersenjata yang menyerang pangkalan Nahal Oz di Israel selatan di mana para wanita tersebut bertugas sebagai pengintai.
Menurut organisasi itu, tembakan terhadap tentara Israel tidak disertakan dalam rekaman video dan publikasinya disetujui oleh keluarga lima tawanan.
“Pemerintah Israel tidak boleh menyia-nyiakan waktu; mereka harus kembali ke meja perundingan hari ini!” kata Forum Keluarga Sandera.
Lihat Juga :