Ali Bagheri Kani Ditunjuk sebagai Plt Menlu Iran
Senin, 20 Mei 2024 - 17:49 WIB
Pemimpin Tertinggi Khamenei, yang memegang kekuasaan tertinggi dengan keputusan akhir mengenai kebijakan luar negeri dan program nuklir Iran, mengatakan Wakil Presiden Pertama Mohammad Mokhber, akan mengambil alih jabatan presiden sementara, kantor berita resmi IRNA melaporkan.
"Saya mengumumkan lima hari berkabung di depan umum dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan. Mokhber, seperti Raisi, dipandang dekat dengan Khamenei.
Berdasarkan konstitusi Republik Islam, pemilihan presiden baru harus diadakan dalam waktu 50 hari.
Rekaman dari televisi pemerintah Iran menunjukkan puing-puing berserakan di lereng bukit yang berkabut, sementara gambar terpisah dari IRNA menunjukkan pekerja Bulan Sabit Merah membawa jenazah yang ditutupi dengan tandu. Semua penumpang helikopter itu tewas, kata seorang pejabat senior Iran sebelumnya kepada Reuters.
Baca Juga: Jenazah Ebrahim Raisi Ditemukan dan Dievakuasi dari Lokasi Kecelakaan
Keruntuhan ini terjadi di saat meningkatnya perbedaan pendapat di Iran mengenai serangkaian krisis politik, sosial dan ekonomi. Para ulama penguasa Iran menghadapi tekanan internasional atas sengketa program nuklir Teheran dan semakin dalamnya hubungan militer dengan Rusia selama perang di Ukraina.
"Saya mengumumkan lima hari berkabung di depan umum dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan. Mokhber, seperti Raisi, dipandang dekat dengan Khamenei.
Berdasarkan konstitusi Republik Islam, pemilihan presiden baru harus diadakan dalam waktu 50 hari.
Rekaman dari televisi pemerintah Iran menunjukkan puing-puing berserakan di lereng bukit yang berkabut, sementara gambar terpisah dari IRNA menunjukkan pekerja Bulan Sabit Merah membawa jenazah yang ditutupi dengan tandu. Semua penumpang helikopter itu tewas, kata seorang pejabat senior Iran sebelumnya kepada Reuters.
Baca Juga: Jenazah Ebrahim Raisi Ditemukan dan Dievakuasi dari Lokasi Kecelakaan
Keruntuhan ini terjadi di saat meningkatnya perbedaan pendapat di Iran mengenai serangkaian krisis politik, sosial dan ekonomi. Para ulama penguasa Iran menghadapi tekanan internasional atas sengketa program nuklir Teheran dan semakin dalamnya hubungan militer dengan Rusia selama perang di Ukraina.
Lihat Juga :