Ini Kunci Sukses Rusia Memenangkan Pertempuran di Kota-kota Perbatasan
Sabtu, 18 Mei 2024 - 19:35 WIB
Oleh Syniehubov, kepala administrasi militer regional Kharkiv, mengatakan dalam sebuah posting Telegram pada hari Jumat bahwa distrik tersebut dihantam dua kali oleh bom udara yang dipandu.
Hampir 10.000 orang telah dievakuasi di wilayah Kharkiv akibat serangan baru Rusia, kata kepala administrasi militer regional Kharkiv, Oleh Syniehubov, dalam pembaruan Telegram pada Sabtu pagi.
Evakuasi tersebut dilakukan selama tujuh hari setelah serangan mendadak Rusia melintasi perbatasan ke Ukraina utara, yang dimulai pada pagi hari tanggal 10 Mei.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu menunda semua kunjungan internasional karena negaranya bergulat dengan serangan baru.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP yang disiarkan pada hari Jumat, Zelensky mengatakan serangan Rusia di wilayah Kharkiv “tidak stabil, namun terkendali.”
Dia mengatakan pasukan Ukraina mengendalikan rute masuk pasukan Rusia ke wilayah tersebut namun operasi Rusia terus berlanjut.
Dia juga mengatakan mungkin ada beberapa gelombang serangan Rusia di wilayah tersebut, dan menekankan perlunya sistem rudal Patriot untuk mendorong pasukan Rusia keluar dari Kharkiv.
Hampir 10.000 orang telah dievakuasi di wilayah Kharkiv akibat serangan baru Rusia, kata kepala administrasi militer regional Kharkiv, Oleh Syniehubov, dalam pembaruan Telegram pada Sabtu pagi.
Evakuasi tersebut dilakukan selama tujuh hari setelah serangan mendadak Rusia melintasi perbatasan ke Ukraina utara, yang dimulai pada pagi hari tanggal 10 Mei.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu menunda semua kunjungan internasional karena negaranya bergulat dengan serangan baru.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP yang disiarkan pada hari Jumat, Zelensky mengatakan serangan Rusia di wilayah Kharkiv “tidak stabil, namun terkendali.”
Dia mengatakan pasukan Ukraina mengendalikan rute masuk pasukan Rusia ke wilayah tersebut namun operasi Rusia terus berlanjut.
Dia juga mengatakan mungkin ada beberapa gelombang serangan Rusia di wilayah tersebut, dan menekankan perlunya sistem rudal Patriot untuk mendorong pasukan Rusia keluar dari Kharkiv.
(ahm)
Lihat Juga :