Menlu AS: Israel Lebih Membunuh Lebih Banyak Warga Sipil Dibandingkan Hamas
Senin, 13 Mei 2024 - 19:16 WIB
Namun, Menteri Luar Negeri AS itu menambahkan bahwa hal tersebut hanyalah sebuah penilaian, dan diperlukan penyelidikan lebih lanjut agar pemerintahan Presiden AS Joe Biden dapat menghasilkan kesimpulan yang pasti.
Pekan lalu, Departemen Luar Negeri mengeluarkan laporan yang mengkritik tindakan Israel dalam perang di Gaza, namun tidak menyebutkan pelanggaran spesifik apa pun yang memerlukan larangan bantuan militer AS kepada sekutunya.
Setidaknya, 35.034 orang telah tewas dan 78.755 lainnya terluka dalam serangan IDF di Gaza, menurut data terbaru dari kementerian kesehatan wilayah kantong Palestina, yang tidak membedakan antara warga sipil dan militan dalam laporannya. Israel melancarkan operasi militernya di Gaza sebagai tanggapan atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sedikitnya 1.200 orang dan 250 orang disandera.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan pekan lalu bahwa ada 14.500 anak-anak dan 9.500 perempuan di antara mereka yang terbunuh di Gaza. The Jerusalem Post melaporkan pada hari Sabtu bahwa PBB sejak itu telah mengurangi separuh perkiraan jumlah kematian di kalangan anak di bawah umur dan perempuan.
Pekan lalu, Departemen Luar Negeri mengeluarkan laporan yang mengkritik tindakan Israel dalam perang di Gaza, namun tidak menyebutkan pelanggaran spesifik apa pun yang memerlukan larangan bantuan militer AS kepada sekutunya.
Setidaknya, 35.034 orang telah tewas dan 78.755 lainnya terluka dalam serangan IDF di Gaza, menurut data terbaru dari kementerian kesehatan wilayah kantong Palestina, yang tidak membedakan antara warga sipil dan militan dalam laporannya. Israel melancarkan operasi militernya di Gaza sebagai tanggapan atas serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober, yang menewaskan sedikitnya 1.200 orang dan 250 orang disandera.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan pekan lalu bahwa ada 14.500 anak-anak dan 9.500 perempuan di antara mereka yang terbunuh di Gaza. The Jerusalem Post melaporkan pada hari Sabtu bahwa PBB sejak itu telah mengurangi separuh perkiraan jumlah kematian di kalangan anak di bawah umur dan perempuan.
(ahm)
Lihat Juga :