Tandingi Manuver AS-Filipina, China Kerahkan Kapal Perang Terkuat ke Laut China Selatan

Senin, 13 Mei 2024 - 09:59 WIB
“Pelatihan ini berfokus pada elemen-elemen seperti peperangan laut, pertahanan udara dan peperangan anti-rudal, serta peperangan anti-kapal selam,” imbuh komando tersebut, tanpa menyebutkan secara spesifik di mana atau kapan latihan tersebut berlangsung.

Latihan Angkatan Laut PLA juga mencakup simulasi serangan malam terhadap sasaran di pantai dan latihan yang melibatkan pelampung.

Pelampung navigasi telah menjadi titik utama perselisihan antara China dan Filipina di perairan yang diperebutkan di Laut China Selatan.

Manila memasang beberapa rudal pada tahun lalu di zona ekonomi eksklusif sepanjang 200 mil laut (370 km) untuk menegaskan klaim maritimnya.

China, yang mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan berdasarkan apa yang mereka sebut sebagai “sembilan garis putus-putus” yang bersejarah, merespons dengan memberikan dukungan mereka sendiri.

Song Zhongping, mantan instruktur PLA, mengatakan latihan Angkatan Laut adalah “latihan rutin” di Laut China Selatan.

“[Tetapi PLA] pasti akan memilih waktu yang tepat untuk latihan ini, seperti ketika Amerika Serikat, Filipina, dan Australia semakin provokatif,” kata Song.

“Meskipun negara-negara telah berulang kali mengeklaim bahwa latihan ini tidak ditujukan pada pihak ketiga, bagaimana mungkin mereka tidak menargetkan pihak ketiga? [Kita] harus menargetkan siapa pun yang memprovokasi kepentingan utama negara [kita]," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!