Mesir Hanya Bisa Prihatin ketika Pos Penyeberangan Rafah Dikuasai Israel
Minggu, 12 Mei 2024 - 22:22 WIB
Mesir hanya bisa prihatin ketika pos penyeberangan Rafah dikuasai Israel. Foto/AP
GAZA - Mesir menyuarakan keprihatinan atas kendali tentara Israel di penyeberangan Rafah, dan memperingatkan “semua pihak terkait” bahwa Israel bertanggung jawab atas memburuknya kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Di tengah eskalasi militer Israel dan meluasnya pengungsian di wilayah tersebut, Mesir “memperingatkan Israel akan dampak dari kendali mereka yang terus berlanjut atas penyeberangan Rafah dan menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza,” kata Al-Qahera News, mengutip sumber tingkat tinggi.
Ribuan warga Palestina melarikan diri dari pusat kota Rafah di Gaza selatan ke wilayah barat Jalur Gaza pada hari Sabtu beberapa jam setelah tentara Israel memperingatkan penduduk untuk mengevakuasi daerah tersebut sebagai persiapan untuk memperluas operasi militer di kota tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan sekitar 150.000 warga Palestina sejauh ini telah meninggalkan Rafah di mana invasi Israel sedang berlangsung meskipun ada kemarahan internasional dan peringatan akan adanya krisis kemanusiaan.
“Ke mana pun Anda melihat di Rafah barat pagi ini, banyak keluarga yang berkemas. Jalanan jauh lebih kosong,” kata Louise Wateridge, juru bicara UNRWA, di X.
Baca Juga: Ini Bukti Kekejaman Tentara Zionis kepada Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman di Gurun Negev
Di tengah eskalasi militer Israel dan meluasnya pengungsian di wilayah tersebut, Mesir “memperingatkan Israel akan dampak dari kendali mereka yang terus berlanjut atas penyeberangan Rafah dan menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza,” kata Al-Qahera News, mengutip sumber tingkat tinggi.
Ribuan warga Palestina melarikan diri dari pusat kota Rafah di Gaza selatan ke wilayah barat Jalur Gaza pada hari Sabtu beberapa jam setelah tentara Israel memperingatkan penduduk untuk mengevakuasi daerah tersebut sebagai persiapan untuk memperluas operasi militer di kota tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan sekitar 150.000 warga Palestina sejauh ini telah meninggalkan Rafah di mana invasi Israel sedang berlangsung meskipun ada kemarahan internasional dan peringatan akan adanya krisis kemanusiaan.
“Ke mana pun Anda melihat di Rafah barat pagi ini, banyak keluarga yang berkemas. Jalanan jauh lebih kosong,” kata Louise Wateridge, juru bicara UNRWA, di X.
Baca Juga: Ini Bukti Kekejaman Tentara Zionis kepada Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman di Gurun Negev
Lihat Juga :