Seperti Apa yang Akan Terjadi Ketika Donald Trump Kembali Berkuasa?

Kamis, 09 Mei 2024 - 18:40 WIB
Banyak pendukungnya yang masih salah percaya bahwa ia memenangkan pemilihan presiden terakhir pada November 2020.

Trump mengatakan dia sedang mempertimbangkan pengampunan bagi orang-orang yang dihukum atas serangan Capitol AS pada 6 Januari 2021, ketika beberapa pendukungnya menyerbu Kongres untuk mencoba dan membatalkan hasil pemilu.

Baca Juga: Mengapa OKI Belum Mampu Menyelesaikan Konflik antara Israel dan Palestina?

2. Meningkatkan Sekutu Lama AS



Foto/AP

Mengenai kebijakan luar negeri, para pengamat mengatakan bahwa AS tidak dapat mempertahankan seluruh komitmennya di berbagai kawasan dan harus segera mengambil pilihan sulit.

Trump sering menyoroti kegagalan beberapa anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengalokasikan minimal 2 persen dari produk domestik bruto mereka untuk belanja pertahanan.

“Saya pikir ada pengakuan bahwa Eropa memang harus meningkatkan belanja pertahanan, membangun kembali kemampuan industri pertahanan mereka, sehingga AS dapat mundur (dan) membiarkan Eropa menjaga keamanan Eropa dan memberikan prioritas pada Indo-Pasifik. kata Dr Adrian Ang, peneliti di S Rajaratnam School of International Studies (RSIS).

Dari 32 negara anggota NATO, 20 negara kini memenuhi target 2 persen tersebut dan fokus mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!