Tentara Bayaran Kuba Ikut Berperang untuk Rusia Melawan Tentara Ukraina, Ini Motifnya
Minggu, 05 Mei 2024 - 21:50 WIB
Baca Juga: Qatar Perpanjang Izin Kantor Hamas di Doha, Ini Alasannya
Menurutnya, mereka kemungkinan besar akan dikerahkan ke wilayah timur Ukraina yang sudah diduduki, bukan ke posisi garis depan.
“Ketika tentara Rusia menduduki wilayah-wilayah di Ukraina, apa yang kami warga Kuba lakukan adalah mendukung tentara di kota-kota tersebut dan di wilayah-wilayah yang diduduki, itu saja,” kata Gonzalez kepada stasiun radio yang berbasis di Miami.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa warga Kuba sering bergabung dengan tentara Rusia setelah melakukan kontak dengan perekrut di media sosial, namun tidak semua dari mereka menyadari sifat sebenarnya dari pekerjaan yang ditawarkan.
Seorang pembuat konten YouTube asal Kuba menceritakan sebuah kisah tahun lalu tentang dua remaja berusia 19 tahun dari Kuba yang mengaku telah ditawari pekerjaan konstruksi di Rusia, namun malah dikirim ke garis depan di Ukraina.
Hal ini mencerminkan pengalaman orang asing lain yang mengatakan kepada BBC bahwa mereka dibujuk ke Rusia dengan janji gaji yang lebih tinggi, namun berakhir di medan perang.
3. Pemerintah Kuba Ikut Terlibat
Salah satu perwira Kuba di Rusia, Lázaro Gonzalez, mengatakan kepada stasiun radio anti-pemerintah di pengasingan bahwa 90 warga Kuba bertugas di bawah komandonya.Menurutnya, mereka kemungkinan besar akan dikerahkan ke wilayah timur Ukraina yang sudah diduduki, bukan ke posisi garis depan.
“Ketika tentara Rusia menduduki wilayah-wilayah di Ukraina, apa yang kami warga Kuba lakukan adalah mendukung tentara di kota-kota tersebut dan di wilayah-wilayah yang diduduki, itu saja,” kata Gonzalez kepada stasiun radio yang berbasis di Miami.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa warga Kuba sering bergabung dengan tentara Rusia setelah melakukan kontak dengan perekrut di media sosial, namun tidak semua dari mereka menyadari sifat sebenarnya dari pekerjaan yang ditawarkan.
Seorang pembuat konten YouTube asal Kuba menceritakan sebuah kisah tahun lalu tentang dua remaja berusia 19 tahun dari Kuba yang mengaku telah ditawari pekerjaan konstruksi di Rusia, namun malah dikirim ke garis depan di Ukraina.
Hal ini mencerminkan pengalaman orang asing lain yang mengatakan kepada BBC bahwa mereka dibujuk ke Rusia dengan janji gaji yang lebih tinggi, namun berakhir di medan perang.
(ahm)
Lihat Juga :