Kapal Induk Ketiga Segera Beroperasi, Angkatan Laut China Terkuat di Dunia
Jum'at, 03 Mei 2024 - 19:45 WIB
Tes itu dilakukan pada saat meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan dan selat Taiwan.
“Uji coba laut tersebut dimaksudkan untuk menilai keandalan dan stabilitas sistem propulsi dan tenaga listrik kapal induk,” menurut angkatan laut China.
Baca juga: 6 Fakta Surat Penahanan Perdana Menteri Israel Netanyahu dari ICC
Kapal induk ini dinobatkan sebagai salah satu “perangkat keras militer paling penting” yang sedang dikembangkan Beijing.
Para analis mengatakan kemampuan Fujian untuk meluncurkan pesawat tempur yang lebih besar dan membawa muatan amunisi lebih jauh akan memberikan kapal induk tersebut jangkauan tempur yang lebih besar dibandingkan pendahulunya di armada China.
Kapal induk itu pun memberikan angkatan laut negara tersebut kemampuan perairan biru, yaitu kemampuan beroperasi di laut lepas.
“Uji coba laut ini menandai langkah besar pertama dalam pengembangan kapasitas China untuk memproyeksikan kekuatan udara berbasis laut ke wilayah laut dalam,” ujar mantan kapten Angkatan Laut AS dan mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS, Carl Schuster, kepada CNN.
“Uji coba laut tersebut dimaksudkan untuk menilai keandalan dan stabilitas sistem propulsi dan tenaga listrik kapal induk,” menurut angkatan laut China.
Baca juga: 6 Fakta Surat Penahanan Perdana Menteri Israel Netanyahu dari ICC
Kapal induk ini dinobatkan sebagai salah satu “perangkat keras militer paling penting” yang sedang dikembangkan Beijing.
Para analis mengatakan kemampuan Fujian untuk meluncurkan pesawat tempur yang lebih besar dan membawa muatan amunisi lebih jauh akan memberikan kapal induk tersebut jangkauan tempur yang lebih besar dibandingkan pendahulunya di armada China.
Kapal induk itu pun memberikan angkatan laut negara tersebut kemampuan perairan biru, yaitu kemampuan beroperasi di laut lepas.
“Uji coba laut ini menandai langkah besar pertama dalam pengembangan kapasitas China untuk memproyeksikan kekuatan udara berbasis laut ke wilayah laut dalam,” ujar mantan kapten Angkatan Laut AS dan mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS, Carl Schuster, kepada CNN.
Lihat Juga :