AS Kembangkan Pesawat Kiamat yang Tahan dalam Perang Nuklir Senilai Rp211 Triliun
Sabtu, 27 April 2024 - 15:35 WIB
Untuk memenuhi kebutuhan operasional, sistem senjata akan terdiri dari jet turunan komersial yang diperkuat dan dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan militer.
Reuters pada bulan Desember melaporkan bahwa Angkatan Udara AS menyingkirkan Boeing (BA.N), membuka tab baru dari kompetisinya untuk mengembangkan penerus E-4B Nightwatch.
Meskipun biasanya digunakan untuk mengangkut menteri pertahanan AS, E-4B dirancang sebagai pos komando bergerak yang mampu menahan ledakan nuklir dan efek elektromagnetik, sehingga memungkinkan para pemimpin AS untuk menyampaikan perintah kepada militer jika terjadi keadaan darurat nasional.
E-4B juga mampu mengisi bahan bakar di udara dan dilengkapi ruang konferensi dan pengarahan serta peralatan komunikasi canggih.
Angkatan Udara saat ini mengoperasikan empat pesawat E-4B dengan setidaknya satu pesawat dalam keadaan siaga setiap saat. Armada jet jumbo Boeing 747-200 yang telah dimodifikasi menjadi semakin sulit dan mahal perawatannya karena suku cadangnya sudah ketinggalan zaman.
Reuters pada bulan Desember melaporkan bahwa Angkatan Udara AS menyingkirkan Boeing (BA.N), membuka tab baru dari kompetisinya untuk mengembangkan penerus E-4B Nightwatch.
Meskipun biasanya digunakan untuk mengangkut menteri pertahanan AS, E-4B dirancang sebagai pos komando bergerak yang mampu menahan ledakan nuklir dan efek elektromagnetik, sehingga memungkinkan para pemimpin AS untuk menyampaikan perintah kepada militer jika terjadi keadaan darurat nasional.
E-4B juga mampu mengisi bahan bakar di udara dan dilengkapi ruang konferensi dan pengarahan serta peralatan komunikasi canggih.
Angkatan Udara saat ini mengoperasikan empat pesawat E-4B dengan setidaknya satu pesawat dalam keadaan siaga setiap saat. Armada jet jumbo Boeing 747-200 yang telah dimodifikasi menjadi semakin sulit dan mahal perawatannya karena suku cadangnya sudah ketinggalan zaman.
(ahm)
Lihat Juga :