Setelah Setengah Abad, Pria Ini Baru Tahu Otaknya Hanya Setengah
Selasa, 18 Agustus 2020 - 03:00 WIB
(Baca: Baca 2 Ayat Ini Sebelum Tidur Rezeki Lancar dan Dijauhkan dari Musibah )
Dia menjelaskan bahwa pada tahap awal perkembangannya, otak manusia dapat mendistribusikan kembali fungsi-fungsi dari satu belahan ke belahan yang lain karena fungsi-fungsi tersebut belum melekat pada belahan otak tertentu. Ini berarti bahwa meskipun pria itu kekurangan setengah otaknya, ia tidak menderita cacat apa pun karena organismenya mampu beradaptasi dengan patologi.
Anikina juga mengatakan bahwa seandainya patologi ini didiagnosis hari ini, seorang wanita yang membawa embrio semacam itu akan disarankan untuk menghentikan kehamilannya. Namun, jelasnya, 60 tahun yang lalu di Uni Soviet, tidak ada teknologi yang bisa membuat ibunya khawatir tentang kondisi janinnya dan inilah sebabnya pria itu tidak pernah tahu dia kekurangan setengah dari otaknya.
"Pasien yang tidak biasa itu memiliki dua anak yang tidak menderita patologi serupa, karena kondisi ini tidak dapat diturunkan secara genetik," jelas Anikina.
Dia menjelaskan bahwa pada tahap awal perkembangannya, otak manusia dapat mendistribusikan kembali fungsi-fungsi dari satu belahan ke belahan yang lain karena fungsi-fungsi tersebut belum melekat pada belahan otak tertentu. Ini berarti bahwa meskipun pria itu kekurangan setengah otaknya, ia tidak menderita cacat apa pun karena organismenya mampu beradaptasi dengan patologi.
Anikina juga mengatakan bahwa seandainya patologi ini didiagnosis hari ini, seorang wanita yang membawa embrio semacam itu akan disarankan untuk menghentikan kehamilannya. Namun, jelasnya, 60 tahun yang lalu di Uni Soviet, tidak ada teknologi yang bisa membuat ibunya khawatir tentang kondisi janinnya dan inilah sebabnya pria itu tidak pernah tahu dia kekurangan setengah dari otaknya.
"Pasien yang tidak biasa itu memiliki dua anak yang tidak menderita patologi serupa, karena kondisi ini tidak dapat diturunkan secara genetik," jelas Anikina.
(esn)
Lihat Juga :