Mengapa Israel Sangat Panik dengan Serangan Drone dan Rudal Iran?
Minggu, 14 April 2024 - 22:22 WIB
Menyusul serangan tersebut, yang belum dikomentari oleh Israel, tentaranya mengumumkan penangguhan cuti. Dikatakan juga bahwa para pejabat memutuskan untuk menambah tenaga kerja dan merekrut tentara cadangan untuk mengoperasikan pertahanan udara.
“Perang psikologis, media, dan politik ini lebih menakutkan bagi mereka daripada perang itu sendiri, karena mereka menunggu serangan setiap malam dan banyak dari mereka yang melarikan diri dan mengungsi,” tambah Safavi.
Pemantau perang yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan serangan tanggal 1 April menewaskan 16 orang. Di antara korban tewas adalah jenderal Mohammad-Reza Zahedi dan Mohammad-Hadi Haji-Rahimi yang merupakan komandan senior Pasukan Quds, cabang operasi luar negeri IRGC.
Zahedi, 63, adalah tentara Iran paling senior yang terbunuh sejak serangan rudal Amerika Serikat di bandara Baghdad pada tahun 2020 yang menewaskan Panglima Pasukan Quds Jenderal Qassem Soleimani.
Baca Juga: Siap Hadapi Serangan Balasan Israel, Militer Iran Siaga Penuh
“Perang psikologis, media, dan politik ini lebih menakutkan bagi mereka daripada perang itu sendiri, karena mereka menunggu serangan setiap malam dan banyak dari mereka yang melarikan diri dan mengungsi,” tambah Safavi.
Pemantau perang yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan serangan tanggal 1 April menewaskan 16 orang. Di antara korban tewas adalah jenderal Mohammad-Reza Zahedi dan Mohammad-Hadi Haji-Rahimi yang merupakan komandan senior Pasukan Quds, cabang operasi luar negeri IRGC.
Zahedi, 63, adalah tentara Iran paling senior yang terbunuh sejak serangan rudal Amerika Serikat di bandara Baghdad pada tahun 2020 yang menewaskan Panglima Pasukan Quds Jenderal Qassem Soleimani.
Baca Juga: Siap Hadapi Serangan Balasan Israel, Militer Iran Siaga Penuh
Lihat Juga :