Gagal Perpanjang Embargo Senjata, AS Bersiap Aktifkan Klausul 'Snapback'

Minggu, 16 Agustus 2020 - 07:29 WIB
Pejabat AS telah memperingatkan bahwa berakhirnya embargo akan memungkinkan Iran untuk membeli jet tempur, helikopter serang, tank, kapal selam, dan rudal dengan jangkauan hingga 300 km.

Negara lain, bahkan sekutu AS, khawatir penerapan kembali embargo senjata akan mengakibatkan Iran meninggalkan kesepakatan nuklir sama sekali.

Penjabat Duta Besar Inggris Jonathan Allen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sementara Inggris telah menyatakan keprihatinannya atas perilaku destabilisasi Iran di kawasan itu, Inggris memilih abstain karena jelas bahwa resolusi itu tidak akan menarik dukungan Dewan dan tidak akan mewakili sebuah dasar untuk mencapai konsensus serta karena resolusi itu tidak akan berkontribusi pada stabilitas kawasan.

“Meski demikian, kami siap bekerja sama dengan Anggota Dewan dan peserta JCPoA untuk mencari jalan ke depan yang dapat mengamankan dukungan Dewan,” ujarnya.

Sementara itu, Rusia menyerukan pertemuan para pemimpin dari lima anggota tetap Dewan Keamanan, bersama dengan Jerman dan Iran, dalam apa yang disebut Kremlin sebagai upaya untuk menghindari eskalasi.

"Jika para pemimpin pada dasarnya siap untuk pembicaraan, kami mengusulkan untuk segera mengkoordinasikan agenda," kata Presiden Rusia Vladimir Putin. (Baca: PBB Tolak Perpanjang Embargo Senjata Iran, Rusia: Kami Punya Rencana Sendiri )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!