Buntut Ledakan Beirut, Hizbullah Ancam Serang Israel

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 14:28 WIB
Dalam pidatonya yang kedua sejak ledakan tersebut, Nasrallah menepis gagasan pemerintahan netral sebagai gagasan buang-buang waktu untuk negara di mana kekuasaan dan pengaruh didistribusikan menurut sekte agama.

"Kami tidak yakin ada (calon) netral di Lebanon bagi kami untuk membentuk pemerintahan (netral)," kata Nasrallah seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (15/8/2020).

Sebaliknya, kepala Hizbullah itu menyerukan model pemerintahan yang telah bertahan selama bertahun-tahun, meskipun terjadi krisis politik dan ekonomi yang berkepanjangan serta tuntutan untuk perubahan.

"Kami menyerukan upaya untuk membentuk pemerintah persatuan nasional, dan jika itu tidak memungkinkan, maka pemerintah yang menjamin perwakilan seluas mungkin bagi para politisi dan pakar," ujar Nasrallah.

"Kami menyerukan pemerintah yang kuat, pemerintah yang cakap, pemerintah yang dilindungi secara politik," tambahnya.

Nasrallah mengatakan sebuah pemerintah yang tidak mendapat dukungan dari blok politik teratas negara akan jatuh, atau runtuh, atau digulingkan di parlemen pada persimpangan jalan tertentu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!