4 Strategi Prancis Menyalip Rusia sebagai Eksportir Senjata Nomor 2 di Dunia

Rabu, 20 Maret 2024 - 19:19 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi menjadi tamu kehormatan pada perayaan Hari Bastille tahun lalu. Kedua negara berjanji pada bulan Januari untuk membangun hubungan industri pertahanan setelah Prancis menjual 26 jet tempur Rafale Marine dan 3 kapal selam militer kelas Scorpene ke New Delhi musim panas lalu.

4. Memanfaatkan Momentum Peningkatan Anggaran Belanja Pertahanan di Eropa



Foto/Reuters

Sebagian besar negara Eropa meningkatkan belanja pertahanan; impor senjata 94 persen lebih tinggi pada tahun 2019-2023 dibandingkan tahun 2014-2018. Ukraina adalah importir senjata terbesar di benua itu.

Angka-angka SIPRI juga menyoroti meningkatnya ketergantungan Eropa terhadap AS, dengan 55 persen impor senjata datang dari seberang Atlantik dalam lima tahun terakhir, dibandingkan dengan 35 persen pada periode sebelumnya.

Dengan semakin banyaknya negara-negara NATO yang memenuhi anggaran minimum aliansi sebesar 2 persen dari PDB untuk pertahanan, maka terdapat lebih banyak uang untuk membeli senjata, namun Prancis tidak berada pada posisi yang tepat untuk memanfaatkan hal tersebut.

Meskipun kinerjanya sangat baik di pasar non-Eropa, kurang dari sepersepuluh ekspornya ditujukan ke pembeli di Eropa, dan lebih dari separuhnya berasal dari penjualan 17 jet Rafale ke Yunani.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!