Rusia dan NATO Ribut soal Seruan Paus Fransiskus agar Ukraina Kibarkan Bendera Putih

Selasa, 12 Maret 2024 - 11:42 WIB
Dia menambahkan: “Ini juga akan berbahaya bagi kita semua. Karena pelajaran yang didapat di Moskow adalah ketika mereka menggunakan kekuatan militer, ketika mereka membunuh ribuan orang, ketika mereka menyerang negara lain, mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.”

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan: "Nuncio, Uskup Agung Visvaldas Kulbokas, telah diberitahu bahwa Paus Fransiskus diharapkan untuk mengirimkan sinyal kepada komunitas dunia tentang perlunya segera menggabungkan kekuatan untuk memastikan kemenangan kebaikan atas kejahatan.”

Ukraina menginginkan perdamaian, kata kementerian tersebut, tapi perdamaian yang adil dan berdasarkan prinsip-prinsip PBB dan rencana perdamaian Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Zelensky mengatakan pada hari Minggu bahwa Paus Fransiskus terlibat dalam “mediasi virtual” dan menteri luar negerinya mengatakan Kyiv tidak akan pernah menyerah.

Zelensky, yang menandatangani dekrit pada tahun 2022 yang mengesampingkan pembicaraan dengan Putin, mengatakan pekan lalu bahwa Rusia tidak akan diundang ke pertemuan puncak perdamaian yang akan diadakan di Swiss.

Rencana perdamaian Zelensky menyerukan penarikan pasukan Rusia kembali ke perbatasan Ukraina pada tahun 1991 dan proses hukum untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakannya.

Rusia mengatakan pihaknya tidak dapat mengadakan pembicaraan apa pun berdasarkan premis seperti itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!