Hamas Masih Pelajari Gencatan Senjata Bulan Ramadan, Israel Sudah Sepakat

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:08 WIB
Israel akan menempatkan kembali pasukannya di luar wilayah pemukiman. Penduduk Gaza, selain laki-laki yang sudah cukup umur untuk berperang, akan diizinkan untuk pulang ke daerah yang sebelumnya dievakuasi, dan bantuan akan ditingkatkan, termasuk peralatan mendesak untuk menampung para pengungsi.

Di Gaza, terdapat perasaan campur aduk mengenai prospek gencatan senjata yang tidak akan mengakhiri perang secara permanen.

“Kami tidak ingin jeda, kami ingin gencatan senjata permanen, kami ingin mengakhiri pembunuhan,” Mustafa Basel, ayah lima anak dari Kota Gaza, yang kini mengungsi di Rafah, mengatakan kepada Reuters.

“Sayangnya, kondisi masyarakat begitu suram sehingga beberapa orang mungkin menerima jeda, bahkan (hanya) selama bulan Ramadhan,” katanya. “Mereka menginginkan perang diakhiri secara permanen, namun kondisi yang mengerikan membuat mereka menginginkan jeda bahkan untuk satu bulan atau 40 hari dengan harapan perang tersebut akan menjadi permanen.”

Hamas membunuh 1.200 orang Israel dan menyandera 253 orang pada 7 Oktober. Itu memicu serangan darat di Gaza. Otoritas kesehatan di daerah kantong tersebut mengatakan hampir 30.000 orang dipastikan tewas.

Biden mengatakan kepada NBC bahwa Israel berisiko kehilangan dukungan internasional kecuali negara tersebut mengambil langkah lebih lanjut untuk menyelamatkan warga sipil. Israel mengancam akan menyerang Rafah, kota terakhir di tepi selatan Jalur Gaza, tempat lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduknya terkurung, sebagian besar tidur di tenda darurat atau bangunan umum.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!