Pengusaha Lai: Hong Kong Perlu Sabar, Bukan Kampanye Radikal
Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:01 WIB
“Oksigen semakin tipis dan kita semua tercekik, tapi saat kita tercekik kita masih saling peduli dan menjaga perlawanan dan tetap berjuang untuk penegakan hukum dan kebebasan kita,” tutur Lai.
China menganggap Lai sebagai pengkhianat. Lai ditahan dengan UU keamanan baru yang diterapkan China pada 30 Juni untuk merespon kerusuhan pro-demokrasi di Hong Kong.
Lai menyatakan para aktivis pro-demokrasi harus memainkan permainan panjang. “Kita tidak boleh radikal, kita tidak bisa menghadapi mereka langsung karena kita hanya seperti sebutir telur dan mereka adalah dinding tinggi,” kata dia. (Baca Juga: Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air)
“Kita harus fleksibel, dan inovatif dan sabar, tapi bertahan,” papar dia. (Baca Infografis: Kamala Harris Dipilih Joe Biden Menjadi Cawapres AS)
UU keamanan itu dapat menghukum tersangka yang dianggap subversif, menghasut, terorisme dan kolusi dengan kekuatan asing, dengan hukuman penjara seumur hidup. (Lihat Video: Ambulans Patah As, Ibu Mau Melahirkan Dievakuasi Mobil Patroli)
China menganggap Lai sebagai pengkhianat. Lai ditahan dengan UU keamanan baru yang diterapkan China pada 30 Juni untuk merespon kerusuhan pro-demokrasi di Hong Kong.
Lai menyatakan para aktivis pro-demokrasi harus memainkan permainan panjang. “Kita tidak boleh radikal, kita tidak bisa menghadapi mereka langsung karena kita hanya seperti sebutir telur dan mereka adalah dinding tinggi,” kata dia. (Baca Juga: Tua-tua Keladi, Mahathir Mohamad Bentuk Parti Pejuang Tanah Air)
“Kita harus fleksibel, dan inovatif dan sabar, tapi bertahan,” papar dia. (Baca Infografis: Kamala Harris Dipilih Joe Biden Menjadi Cawapres AS)
UU keamanan itu dapat menghukum tersangka yang dianggap subversif, menghasut, terorisme dan kolusi dengan kekuatan asing, dengan hukuman penjara seumur hidup. (Lihat Video: Ambulans Patah As, Ibu Mau Melahirkan Dievakuasi Mobil Patroli)
(sya)
Lihat Juga :