Peringati 2 Tahun Invasi, Ukraina Bersumpah Menang Perang atas Rusia

Minggu, 25 Februari 2024 - 13:13 WIB
Sementara itu, pasukan Ukraina di kota pertambangan Pokrovsk di Ukraina timur mengirimkan pesan yang jelas kepada para pemimpin asing yang berkumpul di Kyiv.

“Beri kami artileri, drone, baterai tandingan, peluru,” kata seorang tentara Ukraina berusia 31 tahun, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Woodie.

“Infanteri kami, dipersenjatai dengan senapan dan granat, berhadapan dengan artileri, pesawat terbang, dan tank,” imbuh seorang prajurit berusia 39 tahun asal Kyiv, yang telah berperang selama dua tahun.

Rusia terus melancarkan serangan drone dan rudal yang menghancurkan kota-kota Ukraina.

Dalam serangan terbaru, pihak berwenang Ukraina mengatakan tiga warga sipil tewas di kota timur Dnipro dan di Odesa pada Jumat malam hingga Sabtu.

“Bagi perempuan Ukraina, ini adalah kesedihan kami—untuk suami kami, untuk anak-anak kami, untuk ayah kami,” kata ahli gizi Olga Byrko di Kyiv.

“Saya sangat ingin ini berakhir secepat mungkin.”

Yuriy Pasichnyk, seorang pengusaha berusia 38 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa warga Ukraina “telah belajar untuk menghadapinya... Sekarang perang adalah hidup kita”.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sirene serangan udara telah berbunyi 989 kali di ibu kota selama dua tahun perang—rata-rata lebih dari sekali sehari.

Dia mengatakan bahwa "hampir 200 warga sipil" telah terbunuh di ibu kota selama waktu tersebut, termasuk enam anak-anak.

Ukraina memperkirakan jumlah warga sipil yang terbunuh sekitar 50.000 orang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!