Tetangga Indonesia Ingin Bangun Angkatan Laut Terbesar Sejak Perang Dunia II

Selasa, 20 Februari 2024 - 14:32 WIB
Pengumuman ini muncul setelah adanya peningkatan kekuatan senjata secara besar-besaran oleh China dan Rusia, dan di tengah meningkatnya konfrontasi antara sekutu pimpinan Amerika Serikat dan pemerintah otoriter yang semakin agresif.

Australia akan membangun enam fregat kelas Hunter, 11 fregat tujuan umum, dan enam kapal perang permukaan canggih yang tidak perlu diawaki.

Setidaknya beberapa armada akan dipersenjatai dengan rudal Tomahawk yang mampu melakukan serangan jarak jauh terhadap sasaran jauh di dalam wilayah musuh—sebuah kemampuan pencegahan yang besar.

Rencana tersebut akan membuat Australia meningkatkan belanja pertahanannya menjadi 2,4 persen dari produk domestik bruto, di atas target 2 persen yang ditetapkan oleh sekutu NATO-nya.

Beberapa kapal akan dibangun di Adelaide, memastikan lebih dari 3.000 lapangan kerja, namun kapal lainnya akan bersumber dari desain Amerika Serikat dan desain yang masih belum diputuskan berasal dari Spanyol, Jerman, Korea Selatan atau Jepang.

Pada 2021, Australia mengumumkan rencana untuk membeli setidaknya tiga kapal selam bertenaga nuklir rancangan AS, membatalkan rencana bertahun-tahun untuk mengembangkan kapal selam non-nuklir dari Prancis yang telah menelan biaya miliaran dolar.

Meskipun kapal selam kelas Virginia akan bertenaga nuklir, mereka tidak akan dipersenjatai dengan senjata atom dan diharapkan membawa rudal jelajah jarak jauh. Hal ini mewakili sebuah langkah perubahan dalam kemampuan perairan terbuka negara ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!