Menang atau Mati Syahid, Warga Gaza Bersumpah Tidak Akan Tinggalkan Rafah

Minggu, 11 Februari 2024 - 16:41 WIB
“Atas nama setiap pengungsi dan atas nama rakyat Rafah, kami menyerukan semua kekuatan dunia untuk bertindak tegas untuk mengekang agresi, menghentikan pembantaian, dan mencegah bencana Rafah.”

Philippa Greer, kepala Kantor Hukum di UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, di Jalur Gaza, sementara itu, menulis di X, menggarisbawahi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan di kota tersebut.

“1,4 juta orang berada dalam kondisi yang memburuk, banyak yang terpaksa mengungsi berkali-kali,” kata Greer. Dia menekankan penduduk Rafah telah mengalami rasa sakit, penderitaan, kelaparan dan ketakutan yang tak tertahankan.

Dia mengungkapkan bahwa kota Rafah menderita “kekurangan tempat berlindung yang akut. air bersih, makanan dan obat-obatan."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!