Eks Jenderal AS Anggap Perang Israel di Gaza Gagal, Ini Alasannya
Selasa, 06 Februari 2024 - 10:18 WIB
Dalam empat kasus yang diselidiki oleh kelompok tersebut, yang terjadi pada bulan Oktober dan November, pasukan Israel menggunakan kekuatan mematikan yang melanggar hukum, menewaskan total 20 warga Palestina, termasuk tujuh anak-anak.
“Di bawah kedok pengeboman tanpa henti dan kejahatan kekejaman di Gaza, pasukan Israel telah melancarkan kekuatan mematikan yang tidak sah terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, melakukan pembunuhan di luar hukum dan menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap kehidupan warga Palestina,” kata Erika Guevara-Rosas, direktur penelitian, advokasi dan kebijakan global untuk Amnesty International.
Sebelumnya pada hari ini, Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne menyerukan diakhirinya kekerasan pemukim Israel dan gencatan senjata di Gaza, dalam kunjungannya pada hari Senin ke Yerusalem.
Komentar tersebut muncul setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Sangatlah penting untuk menahan diri dari tindakan, keputusan, atau pernyataan apa pun yang dapat memicu kekerasan. Kekerasan pemukim harus dihentikan di wilayah Palestina, itu yang kami kecam,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa pernyataan kekerasan Israel “semakin sering terjadi” dan “disebarluaskan oleh para pemimpin politik.”
“Dalam keadaan apa pun tidak boleh ada perpindahan warga Palestina, baik dari Gaza maupun dari Tepi Barat,” katanya.
Sementara itu, setelah pertemuan dengan Sejourne, Menteri Luar Negeri Israel; Israel Katz, mengatakan "waktu hampir habis" untuk mencapai solusi diplomatik di Lebanon selatan, ketika ketegangan meningkat antara kedua negara.
“Israel akan bertindak secara militer untuk mengembalikan warga yang dievakuasi ke wilayah perbatasan utara jika tidak ada solusi diplomatik yang dicapai untuk mengakhiri kekerasan," kata Katz kepada rekannya dari Prancis yang sedang berkunjung.
“Di bawah kedok pengeboman tanpa henti dan kejahatan kekejaman di Gaza, pasukan Israel telah melancarkan kekuatan mematikan yang tidak sah terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, melakukan pembunuhan di luar hukum dan menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap kehidupan warga Palestina,” kata Erika Guevara-Rosas, direktur penelitian, advokasi dan kebijakan global untuk Amnesty International.
Sebelumnya pada hari ini, Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourne menyerukan diakhirinya kekerasan pemukim Israel dan gencatan senjata di Gaza, dalam kunjungannya pada hari Senin ke Yerusalem.
Komentar tersebut muncul setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Sangatlah penting untuk menahan diri dari tindakan, keputusan, atau pernyataan apa pun yang dapat memicu kekerasan. Kekerasan pemukim harus dihentikan di wilayah Palestina, itu yang kami kecam,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa pernyataan kekerasan Israel “semakin sering terjadi” dan “disebarluaskan oleh para pemimpin politik.”
“Dalam keadaan apa pun tidak boleh ada perpindahan warga Palestina, baik dari Gaza maupun dari Tepi Barat,” katanya.
Sementara itu, setelah pertemuan dengan Sejourne, Menteri Luar Negeri Israel; Israel Katz, mengatakan "waktu hampir habis" untuk mencapai solusi diplomatik di Lebanon selatan, ketika ketegangan meningkat antara kedua negara.
“Israel akan bertindak secara militer untuk mengembalikan warga yang dievakuasi ke wilayah perbatasan utara jika tidak ada solusi diplomatik yang dicapai untuk mengakhiri kekerasan," kata Katz kepada rekannya dari Prancis yang sedang berkunjung.
(mas)
Lihat Juga :