China Simulasikan Rudal-rudal Hipersonik Hujani Kapal Perang AS
Selasa, 23 Januari 2024 - 10:46 WIB
“Memerintah ketinggian selalu menjadi taktik penting dalam perang sejak zaman kuno,” kata Liu, menurut laporan tersebut.
"Seiring dengan evolusi konsep perang dan kemajuan teknologi, ruang angkasa telah menjadi sebuah hal yang sangat diperebutkan oleh kekuatan militer dunia.”
Laporan itu menyebutkan bahwa, dalam simulasi komputer, rudal-rudal hipersonik China mendapat bantuan dari sejumlah satelit peperangan elektronik orbit rendah yang ditempatkan di atas kapal Amerika.
Satelit-satelit tersebut, sambung South China Morning Post, menemukan sinyal radar yang berasal dari kapal AS dan kemudian menembakkan sinyal serupa untuk menciptakan kebisingan di latar belakang dan membantu menutupi lokasi rudal.
"Ketika rudal-rudal tersebut mencapai jarak 30 mil dari target mereka, satelit menyelesaikan misi gangguan mereka, jammer yang dibawa oleh rudal diaktifkan, dan rudal melakukan manuver terminal untuk penetrasi lebih lanjut sampai mereka menghancurkan target,” imbuh laporan surat kabar tersebut.
"Seiring dengan evolusi konsep perang dan kemajuan teknologi, ruang angkasa telah menjadi sebuah hal yang sangat diperebutkan oleh kekuatan militer dunia.”
Laporan itu menyebutkan bahwa, dalam simulasi komputer, rudal-rudal hipersonik China mendapat bantuan dari sejumlah satelit peperangan elektronik orbit rendah yang ditempatkan di atas kapal Amerika.
Satelit-satelit tersebut, sambung South China Morning Post, menemukan sinyal radar yang berasal dari kapal AS dan kemudian menembakkan sinyal serupa untuk menciptakan kebisingan di latar belakang dan membantu menutupi lokasi rudal.
"Ketika rudal-rudal tersebut mencapai jarak 30 mil dari target mereka, satelit menyelesaikan misi gangguan mereka, jammer yang dibawa oleh rudal diaktifkan, dan rudal melakukan manuver terminal untuk penetrasi lebih lanjut sampai mereka menghancurkan target,” imbuh laporan surat kabar tersebut.
Lihat Juga :