Lagi, AS dan Inggris Bombardir Houthi Yaman dengan Rudal Tomahawk

Selasa, 23 Januari 2024 - 07:16 WIB
Mereka juga mengatakan bahwa "Operation Poseidon Archer" diperlakukan sepenuhnya terpisah dari "Operation Prosperity Guardian", sebuah operasi yang diumumkan pada bulan Desember yang secara resmi melibatkan personel dan kapal dari 20 negara.

AS meluncurkan "Operation Prosperity Guardian" untuk mengamankan jalur kapal dagang melalui Laut Merah dan Bab-el-Mandeb, setelah Houthi mengatakan mereka akan melarang kapal yang terkait dengan Israel sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina di Gaza.

Setelah serangan 11 Januari, kelompok Houhti mengatakan bahwa kapal-kapal Inggris dan Amerika juga akan menjadi sasaran empuk mereka.

Menurut laporan CNN, Selasa (23/1/2024), penamaan baru tersebut menunjukkan pendekatan yang lebih terorganisir, formal, dan berpotensi jangka panjang oleh Pentagon terhadap situasi di Laut Merah.

Militer AS telah lama menggunakan nama yang dimaksudkan untuk memengaruhi persepsi internasional dan domestik mengenai operasinya.

Praktik penggunaan “pahlawan zaman dahulu” dan “tokoh dari mitologi Yunani dan Romawi”, diperkenalkan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada Perang Dunia II. Poseidon adalah dewa laut Yunani, yang dikenal di jajaran Romawi sebagai Neptunus.

Pada pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengakui bahwa serangan Inggris-Amerika gagal menghalangi gerakan Houthi, namun mengatakan serangan itu akan terus berlanjut.

“Ketika Anda mengatakan ‘bekerja’, apakah itu menghentikan Houthi? Tidak. Apakah mereka akan melanjutkan? Ya,” katanya kepada wartawan di luar Gedung Putih.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!