Dikira Orang China, Wanita Hamil di AS Ditinju Wajahnya
Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:33 WIB
Penyerang itu kemudian melihat benjolan perut Chen yang sedang mengandung bayi dan tiba-tiba meninju wajahnya.
Setelah serangan tersebut, anggota dan aktivis Chinatown Disability Advocacy Project (Proyek Advokasi Disabilitas Chinatown) Anna Perng mencatat bahwa penyerang itu sengaja menyeberang jalan dan memilih Chen dan putrinya sebagai target.
Perng juga menekankan bagaimana penyerang menyebut ras Chen dalam insiden itu. (Baca juga: Militer AS Cari Cara Kalahkan China di Indo-Pasifik )
Pihak berwenang sekarang memburu tersangka yang diidentifikasi bernama Delores Marte, yang mereka yakini sebagai pengemis.
Marte akan dikenai dakwaan melakukan penyerangan sederhana, penyerangan sembarangan yang membahayakan orang lain dan pelecehan. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa mereka belum mengesampingkan dakwaan tambahan.
Meskipun Chen dan Perng telah menekankan ras Chen dalam insiden tersebut, Kantor Kejaksaan Distrik Philadelphia menjelaskan bahwa tidak ada "bukti yang cukup" untuk membuktikan bahwa kasus tersebut merupakan "intimidasi etnik".
Setelah serangan tersebut, anggota dan aktivis Chinatown Disability Advocacy Project (Proyek Advokasi Disabilitas Chinatown) Anna Perng mencatat bahwa penyerang itu sengaja menyeberang jalan dan memilih Chen dan putrinya sebagai target.
Perng juga menekankan bagaimana penyerang menyebut ras Chen dalam insiden itu. (Baca juga: Militer AS Cari Cara Kalahkan China di Indo-Pasifik )
Pihak berwenang sekarang memburu tersangka yang diidentifikasi bernama Delores Marte, yang mereka yakini sebagai pengemis.
Marte akan dikenai dakwaan melakukan penyerangan sederhana, penyerangan sembarangan yang membahayakan orang lain dan pelecehan. Pihak berwenang juga menyatakan bahwa mereka belum mengesampingkan dakwaan tambahan.
Meskipun Chen dan Perng telah menekankan ras Chen dalam insiden tersebut, Kantor Kejaksaan Distrik Philadelphia menjelaskan bahwa tidak ada "bukti yang cukup" untuk membuktikan bahwa kasus tersebut merupakan "intimidasi etnik".
Lihat Juga :