Media AS Sentil Gibran-Jokowi dalam Pemilu Indonesia: Demokrasi atau Dinasti?
Kamis, 11 Januari 2024 - 14:35 WIB
Anwar Usman akhirnya dicopot sebagai Ketua MK setelah Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menyimpulkan ada pelanggaran etik dalam keputusan MK yang meloloskan Gibran.
Jokowi sempat merespons beragam kritik dengan berkelakar di acara Golkar; "Akhir-akhir ini disuguhi terlalu banyak drama, terlalu banyak drama Korea, terlalu banyak sinetron.”
Kendati demikian, para analis menduga Jokowi-lah yang mendalangi “drama” tersebut dengan tujuan memperluas pengaruhnya setelah lengser.
“Ini bukan drama. Ini adalah rekayasa yang direncanakan,” kata dosen Universitas Indonesia Titi Anggraini.
“Dia ingin memberi kesan tidak terikat karena itu gaya politiknya, tetapi dialah yang paling mendukung itu,” imbuh Dosen di Murdoch University, Perth Ian Wilson, menguatkan analisis Titi.
Jokowi sempat merespons beragam kritik dengan berkelakar di acara Golkar; "Akhir-akhir ini disuguhi terlalu banyak drama, terlalu banyak drama Korea, terlalu banyak sinetron.”
Kendati demikian, para analis menduga Jokowi-lah yang mendalangi “drama” tersebut dengan tujuan memperluas pengaruhnya setelah lengser.
“Ini bukan drama. Ini adalah rekayasa yang direncanakan,” kata dosen Universitas Indonesia Titi Anggraini.
“Dia ingin memberi kesan tidak terikat karena itu gaya politiknya, tetapi dialah yang paling mendukung itu,” imbuh Dosen di Murdoch University, Perth Ian Wilson, menguatkan analisis Titi.
(mas)
Lihat Juga :