Pemerintahan Lebanon Bubar di Tengah Kemarahan Publik

Selasa, 11 Agustus 2020 - 05:30 WIB
“Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya setelah rapat kabinet pada Senin (10/8) dengan banyak menteri ingin mundur,” papar sumber kementerian dan politisi.

Diab menyatakan dia ingin meminta pemilu parlemen dipercepat. Unjuk rasa pecah di Beirut. Beberapa demonstran melemparkan batu ke arah aparat keamanan yang berjaga di jalan menuju gedung parlemen.

“Seluruh rezim perlu berubah. Ini tidak akan ada perbedaan jika di sana ada pemerintahan. Kita perlu pemilu cepat,” ujar Joe Haddad, teknisi di Beirut. (Baca Juga: Rudal Taiwan Lacak dan Usir Jet-jet Tempur China)

Bagi warga Lebanon, ledakan itu semakin menambah penderitaan rakyat yang sudah mengalami krisis ekonomi, korupsi dan pemerintahan yang disfungsi dan terlalu banyak korupsi. (Baca Infografis: Prototipe Radar AESA Jet Tempur KF-X korsel resmi diluncurkan)

Sejumlah menteri telah mengundurkan diri sejak akhir pekan lalu. Mereka yang mundur termasuk menteri informasi dan lingkungan, menteri kehakiman, beberapa jaksa, dan menteri keuangan Ghazi Wazni. (Lihat Video: Seorang Nenek di Tangerang Gagalkan Aksi Penjambretan)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!