Pemerintahan Lebanon Bubar di Tengah Kemarahan Publik
Selasa, 11 Agustus 2020 - 05:30 WIB
PM Lebanon Hassan Diab mengajukan pengunduran diri pada Presiden Lebanon Michel Aoun di istana kepresidenan di Baabda, Lebanon, 10 Agustus 2020. Foto/REUTERS
BEIRUT - Perdana Menteri (PM) Lebanon Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri pemerintahannya pada Senin (10/8) waktu setempat.
Diab menyatakan ledakan besar yang menghancurkan Beirut dan kemarahan publik yang muncul itu akibat korupsi yang sudah meluas.
Ledakan di pelabuhan yang menyimpang lebih dari 2.000 ton amonium nitrat pada 4 Agustus telah menewaskan 163 orang, melukai lebih dari 6.000 orang serta menghancurkan kawasan ibu kota Beirut di Mediterania. Ledakan itu seakan menjadi puncak penderitaan dari beberapa bulan krisis politik dan ekonomi.
Saat pidato di televisi, PM Diab menyatakan mendukung seruan rakyat Lebanon untuk mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini harus diadili.
Diab menyatakan ledakan besar yang menghancurkan Beirut dan kemarahan publik yang muncul itu akibat korupsi yang sudah meluas.
Ledakan di pelabuhan yang menyimpang lebih dari 2.000 ton amonium nitrat pada 4 Agustus telah menewaskan 163 orang, melukai lebih dari 6.000 orang serta menghancurkan kawasan ibu kota Beirut di Mediterania. Ledakan itu seakan menjadi puncak penderitaan dari beberapa bulan krisis politik dan ekonomi.
Saat pidato di televisi, PM Diab menyatakan mendukung seruan rakyat Lebanon untuk mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini harus diadili.
Lihat Juga :