Militer Zionis Kebobolan Serangan Hamas, Kabinet Israel Bertikai

Sabtu, 06 Januari 2024 - 09:31 WIB
Regev mengatakan keputusan mengenai penyelidikan tersebut dibuat tanpa sepengetahuan anggota Parlemen, dengan alasan bahwa militer harus sepenuhnya fokus pada pertempuran saat ini.

Diskusi tentang apa yang harus terjadi setelah perang di Gaza telah mengungkapkan perpecahan ideologis yang mendalam di dalam koalisi pemerintah, di mana Ben Gvir dan Smotrich menegaskan kembali keyakinan mereka dalam pertemuan tersebut bahwa warga Palestina di Gaza harus terusir secara permanen dan digantikan dengan pemukim Israel.

Perdebatan lain dalam pertemuan kabinet adalah pengumuman bahwa penyelidikan akan melibatkan mantan menteri pertahanan, Shaul Mofaz.

Keputusan tersebut menimbulkan ketidakpuasan di kalangan politisi sayap kanan, karena keterlibatannya dalam penarikan sepihak pasukan Israel dari Gaza pada tahun 2005 dan menjadi tokoh kunci dalam koordinasi keamanan dengan Otoritas Palestina.

Seorang menteri mengatakan kepada media berbahasa Ibrani, Kan News, bahwa diskusi tersebut “tercela” dan bahwa militer "diserang", menyebabkan beberapa anggota senior lembaga pertahanan pergi di tengah-tengah pertemuan kabinet.

Ada juga perselisihan mengenai apakah tim penuh telah ditunjuk untuk melakukan penyelidikan, dan tidak ada jawaban jelas yang diberikan.

Ben Gvir membela haknya untuk mempertanyakan kepala staf IDF, dengan mengatakan; “Tidak semua kritik adalah penistaan, kami adalah menteri dan ini adalah tugas kami.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya menghentikan semua diskusi, mengakhiri pertemuan kabinet dan mengatakan bahwa pertemuan akan dilanjutkan di lain waktu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!