AS dan 12 Sekutunya Ancam Houthi: Akhiri Serangan di Laut Merah atau Hadapi Kekuatan Militer!

Kamis, 04 Januari 2024 - 14:28 WIB
“Biarlah pesan kami menjadi jelas: kami menyerukan diakhirinya segera serangan-serangan ilegal ini dan pembebasan kapal-kapal dan awak kapal yang ditahan secara tidak sah,” bunyi pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (4/1/2024).

"Houthi akan memikul tanggung jawab atas konsekuensinya jika mereka terus mengancam kehidupan, perekonomian global, dan arus bebas perdagangan di perairan penting di kawasan tersebut.”

Selama berminggu-minggu, Houthi telah mengeklaim serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah yang menurut mereka terkait dengan Israel atau menuju pelabuhan Israel.

Mereka mengatakan serangannya bertujuan untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza, yang sejauh ini telah menewaskan 22.313 orang, yang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.

Serangan tersebut menargetkan kapal pelayaran komersial yang transit melalui Selat Bab el-Mandeb yang penting yang menghubungkan pasar di Asia dan Eropa.

AS dan sekutunya telah membentuk Operation Prosperity Guardian untuk melindungi lalu lintas kapal. Saat ini, kapal perang dari Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris sedang berpatroli di wilayah tersebut.

Pada hari Minggu, helikopter AS menembaki pemberontak Houthi setelah mereka menyerang sebuah kapal kargo di Laut Merah, menewaskan beberapa dari mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!